Friday, November 12, 2021

Perbedaan DJI Mavic Mini vs Mavic Mini SE vs Mavic Mini 2 : Berpikir Sebelum Beli !

Perbedaan DJI Mavic Mini vs Mavic Mini SE vs Mavic Mini 2. Sekarang ini dengan harga 5 Jutaan kita sudah dapat memiliki drone keluaran DJI dan membuat video profesional yang beresolusi tinggi dan stabil. DJI Mavic seri Mini adalah salah satu pulihan drone terbaik dengan harga menengah, dibandingkan seri Tello ataupun DJI Spark, Mavic Mini berada diatasnya.

Pilihan drone terbaik
yang cocok, terutama bagi pemula yang menginginkan kualitas terbaik, dengan harga terbaik salah satunya adalah DJI Mavic Mini. Akan tetapi Mavic Mini memiliki 3 generasi yaitu Mini, Mini SE dan Mini 2. Ada beberapa perbedaan fitur penting diantara ketiganya. Oleh karena itu ada baiknya anda mengetahui sepsifikasi / Perbedaan DJI Mavic Mini vs Mavic Mini SE vs Mavic Mini 2 sebelum memberi diantara ketiganya.

DJI Mavic Mini

Mavic Mini adalah generasi pertamanya seri mini ini. Baik DJI Mavic Mini maupun Mini SE menggunakan kamera yang sama, yaitu Sensor 2,7K -30FPS 12 MP yang disematkan pada kamera 3-sumbu yang distabilkan. Hal ini memungkinkan pilot untuk merekan video yang halus meskipun saat tertiup angin. Berbicara tentang angin, Mavic Mini hanya memiliki peringkat ketahanan angin angin Level 3 sedangkan DJI Mini 2 memiliki peringkat Angin Level 5, yang secara signifikan memecahkan masalah tertiup angin saat menggunakan Mavic Mini.

Perbedaan DJI Mavic Mini vs Mavic Mini SE vs Mavic Mini 2 : Berpikir Sebelum Beli !

Sebagai Mavic Mini generasi pertama, tentu saja drone ini tidak memiliki beberapa fitur yang dimiliki Mavic Mini SE dan Mini 2. Namun bagi anda yang hanya menginginkan mengambil foto maupun video dengan jarak yang tidak terlalu jauh atau hanya sekedar selfie maka drone ini cocok untuk anda.

DJI Mavic Mini SE

Drone ini hadir diantara Mavic Mini dan Mini 2, seperti yang sudah disebutkan pada point sebelumnya bahwa sensor dan resolusi kamera Mini dengan Mini SE adalah sama. Dalam hal hambatan angin Mini SE memiliki kemampuan menahan angin Level 5 hingga 37.8 km/jam seperti Mini 2.




Fitur yang masih sama dengan Mavic Mini adalah pengontrol dan jangkauan transmisi di mana drone ini dapat terbang hingga 4 km melalui WiFi yang ditingkatkan. Sistem ini tidak dapat diandalkan seperti OcuSync, tetapi akan memberikan banyak jangkauan untuk penerbangan jarak dekat.

DJI Mini SE juga menggunakan baterai yang sama dengan DJI Mini 2, berbeda dengan baterai DJI Mavic Mini. Baterai yang lebih baru ini lebih ringan dan serupa. Ini berarti anda dapat menggunakan Baterai Mini SE ke DJI Mini 2 di masa mendatang ketika anda berniat untuk upgrade ke Mini 2.

DJI Mavic Mini 2

Mavic Mini 2 adalah seri terbaru dari Mini. Kamera dan sensor lebih tinggi dibandingkan pendahulunya yaitu perekam video 4K - 30FPS 12 MP. Dalam hal hambatan angin / wind resistance Mini SE dan Mini 2 sudah setara dengan Mavic Air 2 yaitu wind resistance Level 5, yang cukup kuat menahan angin seperti saat digunakan di pantai.

Dari segi kontrol dan transmisi Mini 2 juga sudah menggunakan OcuSync 2.0 yang mendukung frekuwensi 2.4GHz dan 5.8GHz memungkinkan pilot untuk terbang lebih jauh. OcuSync 2.0 merupakan perbedaan fitur yang signifikan yang perlu anda pertimbangkan ketika membeli drone.




Remote Kontrol Mini 2 juga berbeda dengan Mini 1 atau Mini SE, bentuknya lebih besar dan lebih nyaman digenggam, seperti remote Mavic Air 2.

Kesimpulan Perbedaan DJI Mavic Mini vs Mavic Mini SE vs Mavic Mini 2


Fitur DJI Mavic Mini DJI Mavic Mini SE DJI Mavic Mini 2
Berat 249 Gram 249 Gram 239 Gram
Sensor Kamera 1/2.3 inch 1/2.3 inch 1/2.3 inch
Resolusi Video Max 2.7K 30FPS 2.7K 30FPS 4K 30FPS
Resolusi Foto 12 MP 12 MP 12 MP
Wind Resistance Level 3 Level 5 Level 5
Transmisi Video Enchanced Wi-Fi Enchanced Wi-Fi OcuSync 2.0
Jarak Terbang CE : 500 m FCC : 4 km CE : 500 m FCC : 4 km CE : 2 km FCC : 10 km
Format Foto JPEG JPEG JPEG+RAW
Harga Basic Rp 5.499.000 Rp 5.499.000 Rp 7.099.000

Sampai artikel ini dibuat DJI Mavic Mini generasi pertama sudah tidak dijual di DJI Store karena sudah digantikan oleh Mavic Mini SE. Oleh karena itu apabila anda memutuskan untuk membeli DJI Mavic Mini saya sarankan untuk membeli DJI Mavic Mini SE karena sudah memiliki wind resistance setara dengan Mini 2 sehingga lebih aman. Namun apabila anda memiliki budget lebih sebaiknya mengambil Mavic Mini 2 karena teknologi OcuSync 2.0 benar-benar berguna untuk shot jarak jauh.

Wednesday, May 12, 2021

Pecco Bagnaia: Pedro Acosta Pasti Menang Tahun Ini

Mungkin hampir semua pecinta balap motor kini sedang mengagumi debut Red Bull KTM Ajo Moto3, Pedro Acosta. Bagaimana tidak? Pedro Acosta sudah empat kali naik podium dalam empat seri pertama musim ini. Acosta finish kedua di seri Qatar dan tiga kali menang di seri Doha, Portimao, dan Jerez.


Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia menjadi salah satu sosok di MotoGP yang mengagumi Acosta. Seperti rekan setimnya, Jack Miller, ‘Pecco’ sejak awal sudah menjagokan Acosta merebut gelar juara dunia Moto3 musim ini. Prediksinya nampaknya akan menjadi kenyataan mengingat di bursa taruhan yang diakses melalui Fun88 link juga memberi odds rendah untuk Acosta. Artinya, dia diunggulkan untuk menjuarai Moto3 musim ini.



Sebelum manggung di Moto3, nama Pedro Acosta memang sudah menjadi sensasi. Sebab ia mampu meraih sembilan podium dan enam kemenangan di Red bull Rookies Cup 2020. Tidak hanya itu, pebalap berusia 16 tahun ini juga sukses meraih gelar juara. Acosta juga meraih delapan podium dan tiga kemenangan di CEV Moto3 Junior World Championship untuk mengakhiri musim di peringkat ketiga.


Pujian Bagnaia kepada Pedro Acosta


Bagnaia menilai adaptasi Pedro Acosta di Moto3 begitu cepat. Perkembangannya pun dinilai sangat pesat sehingga berpotensi menjuarai musim ini.


“Makin hari, Pedro semakin membuat saya kagum. Dia melakukan banyak hal yang menakjubkan. Teknisi data saya, Tommy, selalu taruhan makan malam dengan kawannya, soal siapa yang bakal jadi rider terbaik Moto3, Moto2, dan MotoGP di akhir musim. Untuk Moto3 dia memilih Jaume Masia,” ujar Pecco dilansir La Gazzetta dello Sport.


“Tapi saya bilang kepadanya, ‘percayalah padaku, pilihlah Acosta’. Sebab tahu lalu Pedro nyaris memenangkan semua balapan di Rookies Cup. Andai dia tidak kecelakaan pada satu balapan, dia juga akan memenangi CEV. Akhirnya Tommy memilih Pedro. Tapi saya bilang dia harus traktir saya makan malam,” lanjut Pecco.


Selain punya bakat, Pedro Acosta juga kini berada di tim yang dikenal punya ‘tangan dingin’ untuk membentuk seorang pebalap juara. Red Bull KTM Ajo memang sangat dikenal sebagai tim prestisius yang mengorbitkan rider dengan nama besar. Beberapa rider yang pernah diorbitkan Aki Ajo antara lan Marc Marquez, Jack Miller, Brad Binder, Johann Zarco, Jorge Martin, dan Maverick Vinales.


Aksi Acosta akan kembali bisa disaksikan pada Moto3 seri Prancis yang akan digelar di sirkuit Le Mans pada 14-16 Mei mendatang. Acosta sempat mengaku bahwa ia belum pernah membalap di Le Mans. Tapi ia merasa yakin bisa menaklukan sirkuit ini.


Saturday, May 1, 2021

Download Yi Action Camera Apk Pro Gratis

Download Yi Action Camera Apk Pro Gratis. Xiaomi Yi Action Camera adalah kamera yang masih cukup handal sampai saat ini. Pada artikel sebelumnya sudah disebutkan bahwa Aplikasi Yi Action Hilang dari Playstore. Aplikasi yang dimaksudkan adalah aplikasi resmi dari Xiaomi Yi. Namun jangan khawatir apabila anda memiliki action camera ini karena masih bisa menggunakan aplikasi non resmi yang ada di Playstore.

Download Yi Action Camera Apk Pro Gratis (YI Pro) merupakan aplikasi non resmi / bukan milik perusahaan Yi, namun aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi berbayar yang bisa anda temukan di Playstore, aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan lebih banyak fitur dari Yi Action Camera Apk. Dengan aplikasi ini Anda dapat mengakses pengaturan kamera canggih seperti saturasi, pencahayaan, ISO, gamma dan banyak lagi.

Dengan YI Pro Anda dapat memotret film dan foto seperti profesional sungguhan. Abadikan gerakan slow motion, exposure or light trails. Anda dapat memeriksa tutorial yang tersedia dalam aplikasi. Mungkin beberapa waktu lalu saya sudah memberikan tutorial long exposure dengan Yi Cam, namun cara itu membutuhkan script yang jika gagal akan sangat merepotkan. Dengan aplikasi ini anda akan lebih mudah mengakses beberapa fitur yang sudah disebutkan diatas yang tidak dimiliki aplikasi resmi.

Yi Action Camera Apk



Dengan Yi Action Camera Apk ini anda akan dengan mudah mengakses galeri yang ada dalam sdcard anda hanya dengan menghubungkan wifi ke Yi Cam anda. Sehingga aplikasi ini sangat cocok digunakan sebagai aplikasi pengganti aplikasi resmi yang tidak ada diplaystore. Jika anda ingin mendapatkan aplikasi versi berbayarnya anda bisa mencari Yi Pro di playstore, tetapi jika anda ingin versi gratisnya anda bisa langsung mendownload dan menginstal apk dibawah ini :


Daftar model kamera yang didukung:

- Aksi Yi 4K +
- Aksi Yi 4K
- Aksi YI

Setiap script dan fitur tambahan yang ada dalam Download Yi Action Camera Apk Pro Gratis ini, merupakan script untuk mendongkrak kemampuan Yi dari standar sehingga ada kemungkinan memperpendek umur hardware karena dipaksa untuk bekerja lebih keras.

Wednesday, March 31, 2021

Daftar 5 Kamera Mirrorless Murah Terbaik 2021

 Daftar 5 Kamera Mirrorless Murah Terbaik 2021. Kamera mirrorless murah belum tentu memiliki fitur dan hasil gambar yang jelek. Dibawah ini adalah rahasia umum di antara komunitas foto yang seringkali disebut sebagai kamera yang paling murah namun hasil yang bagus, karena akan memberi Anda banyak fitur fantastis tanpa harus mendapatkanya dengan harga baru nan tinggi saat ini. Hampir semua kamera mainstream yang dibuat dalam beberapa tahun terakhir mengambil potret gambar hebat dan video yang sangat baik, namun bukan berarti kamera mirrorless murah tidak mampu bersaing dengan kamera mirrorless terbaru saat ini.

1. Canon EOS M100

Daftar 5 Kamera Mirrorless Murah Terbaik 2021 1. Canon EOS M100


Tipe: Mirrorless

Sensor: APS-C

Megapiksel: 24.2

Dudukan lensa: Canon EF-M

Layar: Layar sentuh miring 180 derajat 3 inci, titik 1,04m

Jendela bidik: Tidak 

Kecepatan ledakan maksimum: 6.1fps

Resolusi video maks: Full HD 

Tingkat pengguna: Pemula

Harga : Rp. 4.500.000,-

EOS M100 dirancang untuk pemula dan upgrader smartphone, dengan kontrol super-sederhana yang bahkan tidak menyertakan dial mode, menempatkannya pada peluang dengan setiap kamera mirrorless lainnya, dan menjadikannya pilihan yang kurang bagus bagi siapa yang ingin mengembangkan keterampilan mereka dengan kontrol dan pengaturan manual. Namun, M100 memiliki sensor 24 megapiksel yang sangat bagus, dan Anda mendapatkan tampilan layar sentuh dengan harga miring. Sistem fokus otomatis Dual Pixel CMOS Canon sangat efektif, dan lensa kit 15-45mm biasanya dijual bersama dengan kamera ini, memiliki mekanisme retracting agar lebih ringkas untuk menyimpannya di dalam tas atau saku jaket. 

2. Sony A5100

Daftar 5 Kamera Mirrorless Murah Terbaik 2021 3. Sony A5100

Tipe: Mirrorless

Sensor: APS-C

Megapiksel: 24,3 

Dudukan lensa: Sony E 

Layar: 3 inci 180 derajat miring, 922k titik

Jendela bidik: Tidak

 Kecepatan ledakan maksimum: 6fps

Resolusi video maksimum: Layar HD

Tingkat pengguna: Pemula

Harga : Rp. 5.250.000,-

Sony A5100 diluncurkan pada tahun 2014, dan merupakan model berorientasi pemula saat itu, tanpa jendela bidik dan layar 'selfie' 180 derajat. Tetapi sekarang telah kembali ke mode dengan vlogger, dan sementara A5100 tidak merekam video 4K, itu dapat difilmkan dalam HD penuh, yang baik-baik saja bagi sebagian besar pengguna. A5100 namun memiliki sensor APS-C 24 megapiksel, sehingga dapat mengatur resolusi kamera. Kamera ini biasanya hadir dengan lensa zoom daya 'pancake' 16-50mm Sony. Kualitas optik bukanlah yang terbaik yang pernah kita lihat, tetapi ini adalah lensa yang sangat kecil, seperti halnya kamera itu sendiri, jadi jika Anda mencari kamera berukuran saku, ini bisa menjadi ideal.

3. Sony A6000

Daftar 5 Kamera Mirrorless Murah Terbaik 2021 3. Sony A6000


Tipe: Mirrorless 

Sensor: APS-C 

Megapiksel: 24,3 

Dudukan lensa: Sony E 

Layar: Miring 3 inci, titik 922k 

Jendela bidik: EVF 

Kecepatan ledakan maksimum: 11fps 

Resolusi video maksimum: Layar HD 

Tingkat pengguna: Lanjut

Harga : Rp. 7.000.000,-

Sony A6000 tidak diluncurkan sebagai kamera mirrorless murah, tetapi sebagai bagian atas model APS-C untuk fotografer serius. Kebijakan Sony saat ini adalah untuk menjaga model lama dijual, namun, dengan harga yang hanya menjadi lebih murah dan lebih murah. Faktanya adalah bahwa untuk fotografi stills, jajaran A6000 belum bergerak sejauh itu, video yang lebih baik dan (mungkin) pemrosesan gambar ISO tinggi yang lebih baik, tetapi kamera fundamental telah sedikit berubah. Sayangnya, menggunakan A6000 berarti mendapatkan lensa PZ Sony 16-50mm yang tidak terlalu bagus juga.

4. Panasonic Lumix G7


Tipe: Mirrorless 

Megapiksel: 16.0

Dudukan lensa: MFT 

Layar: sudut vari-3 inci, titik 1,04m

Jendela bidik: EVF 

Kecepatan ledakan maksimum: 8fps 

Resolusi video maksimum: 4K 

Tingkat pengguna: Menengah

Harga : Rp. 6.500.000,-

G7 diluncurkan pada tahun 2015, jadi sekarang berusia beberapa tahun, dan itu menunjukkan dalam gaya dan spesifikasinya. Ini adalah pilihan ideal untuk pembeli kamera mirrorless yang lebih suka  dari bodi gaya DSLR, dan dilengkapi dengan jendela bidik, yang hebat dalam kamera mirrorless dengan harga ini. Poin buruk? G7 diluncurkan sebelum Panasonic mulai menyertakan stabilisasi dalam tubuh di kameranya, sehingga Anda bergantung pada stabilisasi optik apa pun di lensa. Ini juga memiliki sensor Micro Four Thirds 16 megapiksel yang relatif tua, yang mengetuk kembali kualitas gambar yang pernah sedikit dibandingkan dengan saingan sensor APS-C-nya.


5. Fujifilm X-T20



Tipe: Mirrorless 

Sensor: APS-C 

Megapiksel: 24,3 

Dudukan lensa: Fujifilm X 

Layar: Layar sentuh miring 3 inci, 1,04m titik 

Jendela bidik: EVF, 2.360.000 titik 

Kecepatan ledakan maksimum: 14fps 

Resolusi video maks: UHD 4K (24fps) 

Tingkat pengguna: Menengah

Harga : Rp. 9.000.000,-

Body X-T20 terbuat dari logam sangat besar dan memuaskan untuk digunakan; itu mengingatkan Anda pada hari-hari ketika teknologi dibuat awet dan bertahan lama. Kamera dirancang kecil dan portabel, dan ini memang memiliki efek samping membuat kontrol dial yang sempit untuk digunakan. Secara keseluruhan ini adalah masalah yang kecil namun, dan X-T20 sangat layak dicari. 

Saturday, February 20, 2021

Cara membuat Action Cam sebagai Webcam untuk Zoom Meeting

Cara membuat GoPro, Xiaomi Yi atau SJCam sebagai Webcam untuk Zoom Meeting. Sekarang ini pengguna zoom meeting meningkat begitu pesat. Hampir semua bidang pekerjaan maupun pendidikan di Dunia ini menggunakan Zoom untuk melakukan aktivitas dikala pandemi. Namun beberapa orang pasti menemui kendala dengan sarana prasarana yang digunakan misalnya resolusi kamera laptop yang jelek. Nah kali ini saya akan menunjukkan bagaimana menjadikan camera action sebagai webcam yang bisa digunakan untuk Zoom Meeting.


Apabila anda memiliki action camera seperti GoPro, Xiaomi Yi atau SJCam, mungkin anda bisa menggunakanya sebagai webcam. Keuntunganya tentu saja resolusi dan kualitas yang pastinya lebih baik dengan kamera webcam bawaan laptop. Tidak semua action cam bisa digunakan untuk webcam. Berikut daftar action camera yang support untuk menjadikanya sebagai webcam :


  • GoPro Hero 5, 6, 7, 8, 9
  • GoPro Max
  • GoPro Hero 5 Session
  • GoPro Fusion
  • Xiaomi Yi, Yi 4K, Yi 4K+
  • DJI Osmo Action
  • SJCam 4000 WiFi, 4000+, 5000, SJ6, SJ7, SJ8 Plus, SJ8 Pro
  • Akaso Brave 7 LE


Cara membuat Action Cam sebagai Webcam untuk Zoom Meeting


1. Download dan instal aplikasi webcam disini

2. Pilih kamera yang anda gunakan (disini saya menggunakan YI 4K+) -> pilih Start Server -> pilih Xiaomi Yi QR

3. Setelah muncul QR Kode klik pada Generate QR Kode

4. Cari menu live streaming dikamera kemudian scan QR Kode yang muncul di aplikasi tadi. Biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 detik.


5. Buka Zoom Meeting maka otomatis kamera default yang digunakan adalah kamera action anda.



Cara membuat Action Cam sebagai Webcam untuk Zoom Meeting sangat mudah bukan ? Tidak hanya untuk Zoom, aplikasi ini bisa digunakan untuk Skype dan lain-lain. Webcam ini tidak support untuk menggunakan audio action cam, anda tetap menggunakan mic laptop atau mic external, action cam hanya berfungsi sebagai webcam yang hanya menangkap gambar.

Resolusi gambar yang dihasilkan berbeda-beda mengikuti resolusi action cam yang digunakan. Webcam ini juga memiliki delay sekitar 0,2 - 0,5 detik.

Saturday, January 30, 2021

5 DJI Drone Terbaik Yang Harus Anda Miliki di 2021

 5 DJI Drone Terbaik Yang Harus Anda Miliki di 2021. Perkembangan drone belakangan ini sangatlah pesat, Drone telah berevolusi secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan peningkatan daya tahan baterai, konektivitas, kualitas gambar, dan stabilisasi gambar. Pengambilan gambar yang dulunya hanya mungkin hanya bisa dilakukan dengan peralatan profesional, sekarang dapat diperoleh dengan drone menengah yang harganya hanya beberapa juta saja. Bahkan beberapa drone terkecil, yang dapat dilipat ke dalam saku, mampu membuat rekaman 4K halus dari langit.

Apakah Anda seorang penghobi atau profesional, pastinya anda tetap mengharapkan hasil rekaman yang memuaskan dari Drone anda, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan ketika mencari drone terbaik. Meskipun kualitas gambar penting, faktor lain dapat membuat perbedaan besar. Kegunaan akan menjadi kunci bagi pemilik pertama kali, sementara fitur seperti menghindari obstacle otomatis dan sensor tabrakan akan menghilangkan raasa takut saat terbang. Pilot berpengalaman mungkin juga menginginkan kontrol fotografi manual dan kemampuan untuk terbang di semua cuaca.

Dalam post ini saya akan memberikan 5 DJI Drone Terbaik untuk anda, Kenapa DJI ? ya karena menurut saya DJI adalah pemimpin pasaran Drone nomor 1 di Dunia, meskipun masih banyak drone merk lain yang kualitasnya sama atau lebih baik dengan harga yang lebih murah.

1. DJI Mavic Air 2



Spesifikasi :

Berat: 570g

Remot Kontrol: Yes

Resolusi Kamera: 12MP

Kapasitas Baterai: 3,950 mAh

Jarak : 10km

Harga : Rp 11.999.000,-

Peningkatan signifikan pada seri Mavic Air, Mavic Air 2 adalah drone terbaik untuk pemula dan penghobi. Seperti versi mini Mavic 2 Pro, ia menggabungkan kemampuan untuk merekam video 4K / 60p yang sangat baik, berbagai fitur pemotretan, dan waktu penerbangan 34 menit yang mengesankan. Sensor 1/2 inci baru memastikan kinerja ISO yang lebih baik daripada pendahulunya dan mendukung video slo-mo 1080p hingga 240fps. Sementara itu, pengontrol baru Mavic Air 2 menghadirkan konektivitas Ocusync 2.0, yang meningkatkan jangkauannya hingga 10km dan meningkatkan stabilitas sinyalnya ke aplikasi DJI Fly. Dengan pelacakan subjek dan semua mode otomatis Quickshot yang akrab, ini adalah paduan yang sempurna antara DJI Mavic Mini basic dan seri Mavic 2 yang lebih mahal.

2. DJI Mavic 2 Pro



Spesifikasi :

Berat: 907g

Remot Kontrol: Yes

Resolusi Kamera: 20MP

Kapasitas Baterai: 3,950 mAh

Jarak: 8km

Harga : Rp 21.500.000,-

DJI Mavic 2 Pro tetap menjadi drone premium terbaik yang dapat Anda beli karena beberapa alasan - drone ini memiliki sensor besar, dan desain yang dapat dilipat membuatnya portabel dan ramah perjalanan. Jika Anda membutuhkan zoom atau portabilitas serius, maka Mavic 2 Zoom dan Mavic Mini patut dicoba. Tetapi jika tidak, ini juga cocok bagi mereka yang membutuhkan Drone yang sedikit lebih berkualitas daripada Mavic Air 2. Sensor satu inci 20MP-nya mampu memotret raw stills dan video 4K pada 30fps, sedangkan bukaannya dapat disesuaikan antara f/2.8 dan f/11, yang berarti lebih sedikit kebutuhan untuk filter ND. T lebih dari itu, terlepas dari keahliannya yang mengesankan, Mavic 2 Pro mudah terbang dan intuitif untuk dikendalikan menggunakan aplikasi mitranya, sementara berbagai mode pemotretan dan penerbangan yang cerdas membuat menangkap bidikan sinematik menjadi cinch. Ini juga menawarkan beberapa teknologi penerbangan dan kamera paling canggih yang saat ini tersedia, membuatnya mampu memberikan gambar pro-grade, namun masih dapat diakses bahkan untuk pemula. Asalkan Anda tidak perlu zoom optik, ini cukup banyak drone yang sempurna untuk kebanyakan orang, jika Anda mampu membelinya.

3. DJI Mini 2



Spesifikasi :

Berat: 249g

Remot Kontrol: Yes

Resolusi Kamera: 12MP

Kapasitas Baterai: 2,250 mAh

Jarak: 5.8 GHz: 10km (FCC); 6km (SRRC)

Harga : Rp 7.000.000,-

Salah satu dari beberapa keluhan pengguna tentang DJI Mavic Mini adalah bahwa ia tidak dapat merekam video 4K - penyempurnaan yang sangat baik dari mavic mini generasi sebelumnya, sambil memberi pengguna beberapa tambahan dalam prosesnya. Mini 2 memiliki desain ultra-ringkas yang sama seperti sebelumnya, menjadikannya drone terkecil bersama dalam line-up DJI, tetapi dilengkapi dengan pengontrol baru yang meningkatkan jangkauannya (berkat konektivitas Ocusync 2.0) dan memberikan pengalaman terbang yang lebih luas. Seperti Mavic Mini, itu dikemas dengan banyak pilihan mode QuickShot ramah bagi pemula, yang melihat drone melakukan gerakan yang telah diprogram. Tetapi Mini 2 menawarkan lebih banyak untuk kakap pro juga, berkat dimasukkannya pemotretan foto mentah, sementara video 4K berarti bit-rate 100mbps yang ditingkatkan. Tentu, Mini 2 bukanlah langkah besar dari Mavic Mini, tetapi tidak diragukan lagi itu adalah drone compact terbaik yang dapat Anda beli.

4. DJI Mavic 2 Zoom



Spesifikasi :

Berat: 905g

Remot Kontrol: Yes

Resolusi Kamera: 12MP

Kapasitas Baterai: 3,950 mAh

Jarak: 8km

Harga : Rp 15.000.000,-

Pada DJI Mavic 2 Zoom sebagian besar identik dengan Mavic 2 Pro, selain dari satu perbedaan penting - sistem kameranya. Meskipun kedua drone ini portabel dengan desain lipat ringan yang sama, dan menawarkan berbagai fitur spesifikasi tinggi, Mavic Zoom memasangkan sensor 12MP yang lebih kecil dengan lensa zoom optik 24-48mm. Itu berarti Anda dapat menangkap bidikan close-up subjek seperti orang- orang, sambil tetap menjaga jarak aman dan legal 50m. Karena sensor yang lebih kecil, kualitas gambar tidak cukup baik dengan Mavic 2 Pro dan bukaan f/2.8, tetapi foto dan video masih lebih dari cukup baik untuk penggunaan profesional. Keunggulan sebenarnya adalah lensa zoom, yang luas memiliki potensi pemotretan kreatif. Jangkauan bagus, distorsi minimal dan kontrol intuitif melalui aplikasi mitra. Selain itu, Anda mendapatkan semua mode penerbangan cerdas yang Anda harapkan dari drone DJI, termasuk Active Track dan Hyperlapse, serta waktu penerbangan 30 menit yang layak.

5. DJI Mavic Mini


Berat: 249g

Remot Kontrol: Yes

Resolusi Kamera: 12MP

Kapasitas Baterai: 2,600 mAh

Jarak: 5.8 GHz: 4000 m (FCC); 2500 m (SRRC)

Harga : Rp 5.500.000,-

Meskipun sekarang sudah ada DJI Mini 2, tetapi drone ultra-ringkas ini akan tetap dijual - dan itu kabar baik bagi siapa saja yang membutuhkan drone berukuran telapak tangan yang memiliki harga sedikit lebih terjangkau dengan kualitas video yang mengesankan. Dibandingkan dengan generasi penerusnya yang lebih baru, Anda tidak akan mendapatkan raw photo capture, konektivitas Ocusync 2.0 (untuk jangkauan yang ditingkatkan) dan beberapa motor baru, tetapi Mavic Mini saat ini sangat kompetitif dan masih melesat di depan drone lain dalam kategori berat yang sama. Sama seperti di Mini 2, sayang sekali tidak ada pelacakan objek ActiveTrack atau fungsi 'ikuti saya', tetapi jika Anda hanya ingin mengambil langkah pertama Anda dalam fotografi udara atau videografi, Mavic Mini adalah pilihan yang bagus. 

Sekian 5 DJI Drone Terbaik Yang Harus Anda Miliki di 2021. Harga yang saya cantumkan diatas adalah harga kisaran yang tidak bisa dijadikan patokan utama. Terimakasih.

Monday, October 5, 2020

Penggunaan Metering Mode Pada Xiaomi Yi Camera

Penggunaan Metering Mode Pada Xiaomi Yi Camera. Bagi pengguna yi cam pasti anda pernah melihat pengaturan mode metering ini.Terdapat tiga pilihan mode yaitu average, center dan spot. Mungkin ada pengguna yang sudah tau fungsi dari metering mode ini namun ada juga pengguna yang mengabaikan pengaturan ini. Sebenarnya pengaturan ini cukup penting untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Terutama untuk pencahayaan dan eksposure.

Exposur adalah sebuah istilah yang sudah tidak asing lagi didunia fotografi. Exposur bisa diartikan sebagai banyak sedikitnya cahaya yang diterima sensor kamera. Fungsi metering mode didalam Xiaomi Yi sangat erat kaitanya dengan exposure.

Tiga opsi metering mode memiliki fusi sendiri-sendiri berdasarkan keadaan cahaya dan objek yang akan diambil gambarnya.

1. Mode Average.

Average bisa diartikan sebagai rata-rata, dengan mode ini membuat sensor kamera untuk menangkap cahaya merata disetiap sudut hasil jepretan. Mode Average sangat cocok digunakan untuk mengambil gambar lanscape atau pemandangan dengan pencahayaan merata, atau mengambil foto Outdoor cerah. Kekurangan dari mode ini adalah tidak bisa mengambil foto yang membelakangi cahaya, hasilnya untuk objek yang membelakangi cahaya ialah gambar objek yang hitam atau siluet.

2. Mode Center

Center atau tengah, mode ini sangat cocok digunakan untuk memotret objek ditengah misal wajah. Exposure background disisi pojok-pojok foto tidak akan mempengaruhi dibagian tengah, sehingga exposure hasil gambar akan fokus kebagian tengan.

3. Mode Spot

Jika anda memotret gambar yang membelakangi cahaya dan selalu mendapatkan hasil siluet, maka anda harus mencoba menggunakan mode yang satu ini. Mode Spot akan berfokus pada bidang titik kecil objek yang ingin kita ambil. Mode ini memang dikhususkan untuk mengambil gambar yang membelakangi sinar matahari atau backlight walaupun mode center juga bisa digunakan untuk mengambil gambar backlight, namun mungkin akan kurang cocok digunakan untuk mengambil gambar normal.

Dari ketiga mode diatas secara default dan nyaman dalam penggunaan sehari-hari adalah mode average. Atau anda juga bisa menggunakan mode center ketika suka memotret foto wajah ditengah atau ingin mendapatkan exposure maksimal ditengah foto. Ketika anda menggunakan mode Center dan masih mendapatkan gambar siluet maka anda bisa mencoba menggunakan mode Spot karena mode Spot mengambil sebidang 5% dari gambar dan bisa menbgabaikan 95% lainya sehingga objek bisa lebih fokus dan tidak siluet lagi.